Universitas Padjadjaran selalu menyediakan beasiswa kedokteran di Unpad bagi para mahasiswa baru yang memilih sarjana pendidikan dokter dan pendidikan spesialis pada fakultas kedokteran. UNPAD merupakan lembaga perguruan tinggi negeri yang sudah ada sejak 1957, terletak di Bandung dan telah menjadi PTN Badan Hukum.

Lembaga pendidikan tersebut juga telah berhasil memperoleh sertifikat akreditasi A menurut BAN-PT pada tahun 2014. UNPAD menjadi perguruan tinggi negeri dengan peminat tertinggi se-indonesia pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sekaligus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN) berturut-turut mulai tahun 2012, 2013, 2014, serta 2015.

Program & Syarat Beasiswa Kedokteran UNPAD

Program beasiswa kedokteran di Unpad ini memang sudah ada sejak tahun 2016 sekaligus menjadi terobosan baru. Unpad memberikan peluang kuliah jurusan Sarjana Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Spesialis secara gratis.

Tri hanggono Achmad selaku Rektor Unpad menyebutkan bahwa Unpad sudah menerapkan program beasiswa kedokteran tersebut sebagai wujud komitmen agar mampu menghasilkan tenaga dokter umum serta spesialis, khususnya untuk wilayah Jawa Barat. Sadar akan hal tersebut, pada jajaran berupaya mendorong distribusi tenaga dokter serta dokter spesialis sehingga tidak hanya fokus pada wilayah kota besar.

Dari beasiswa tersebut maka setiap angkatan pendidikan dokter di Universitas Padjadjaran telah merekrut hingga 275 mahasiswa, sementara pada setiap satu angkatan pendidikan spesialis mampu menghasilkan 300 mahasiswa. Hanggono juga menjelaskan bahwa program ini telah berhasil memberikan kontribusi besar bagi dunia kedokteran di wilayah Jawa Barat.

Sehingga telah mencetak hingga 825 mahasiswa pada pendidikan dokter juga 900 mahasiswa pada pendidikan dokter spesialis. Seluruh mahasiswa yang telah lulus tes dan masuk dalam dua jalur seleksi akan memperoleh biaya kuliah gratis melalui beasiswa dari pemerintah serta beasiswa dari instansi swasta.

Walaupun program ini adalah program kuliah gratis, ada Beberapa syarat yang wajib bagi penerima beasiswa. Mahasiswa penerima beasiswa wajib melakukan perjanjian dengan Universitas Padjadjaran, perjanjian tersebut berisi tentang setelah lulus perkuliahan para alumni wajib melakukan pengabdian pada instansi yang telah ditentukan. Jika tidak dapat memenuhi perjanjian tersebut maka Rektor berupaya untuk tidak memberikan ijazah.

Sikap tegas ini merupakan langkah penting bagi UNPAD untuk memastikan penerima beasiswa kedokteran di Unpad mampu mengabdi secara sungguh-sungguh setelah lulus nanti. Sehingga menjawab masalah kebutuhan masyarakat pada pelayanan dokter dan dokter spesialis pada wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Apakah Program Beasiswa Masih Tersedia?

Dengan total 3 tahun program beasiswa kedokteran di Unpad berjalan, badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan masukan agar Unpad melakukan evaluasi pada pelaksanaan program tersebut. BPK berpendapat bahwa pembebasan biaya kedokteran di kampus Unpad justru memberikan potensi besar bagi negara dalam memperoleh pendapatan.

Tujuan moratorium adalah agar Universitas Padjadjaran mampu mencari tema baru supaya lebih mengikat komitmen para pihak berkepentingan dalam program pendidikan kedokteran gratis. Hanggono menjelaskan bahwa selama ini tidak seluruh pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam mendukung program beasiswa ini.

Ciamis, Pangandaran, Bandung serta provinsi Jawa Barat adalah beberapa instansi yang telah berdedikasi dalam mendukung program beasiswa kedokteran di Unpad secara gratis. Dengan rancangan skema baru di Universitas Padjadjaran, diharapkan dapat lebih mengikat para pemilik kepentingan. Semoga program tersebut masih tetap ada sampai saat ini tanpa harus menciptakan dilema besar pada pendapatan negara. Untuk kamu yang punya impian menjadi dokter atau dokter spesialis, beasiswa ini pasti sangat berguna!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *