Biaya kuliah jalur SNMPTN tentu berbeda dengan jalur lainnya. KemenristekDIKTI telah membuat keputusan kebijakan tentang biaya kuliah, termasuk UKT, dan ketentuan lainnya. Kini, kuliah jadi lebih mudah karena adanya kebijakan UKT yang mendukung masyarakat kurang mampu agar bisa menikmati perguruan tinggi.

Hal ini karena UKT atau biaya kuliah sesuai dengan penghasilan orang tua. Biaya kuliah UKT merupakan biaya yang dibebankan pada mahasiswa setiap semesternya sampai perkuliahan selesai. Jika tidak mengurusnya, besaran UKT akan tetap sama.

Jika berbicara tentang informasi biaya kuliah jalur SNMPTN, maka ada dua fokus pembahasan yang harus kamu ketahui, yaitu biaya pendaftaran dan biaya kuliah SNMPTN.

1. Biaya Pendaftaran SNMPTN

Ketika kamu mendaftar SNMPTN, maka terbersit pertanyaan “Berapa biaya pendaftaran SNMPTN?”

SNMPTN sejak awal pelaksanaannya tanpa pemungutan biaya pendaftaran. Pemerintah menanggung biaya pelaksanaan SNMPTN, sehingga peserta melalui jalur undangan tidak mengeluarkan biaya sama sekali.

Jika kamu berhasil menerima undangan SNMPTN, maka proses pendaftaran adalah gratis. Sehingga, keluarga yang kurang mampu juga pasti bisa mengikuti SNMPTN tersebut.

2. Biaya Kuliah SNMPTN

Ketika ikut jalur SNMPTN, dan kamu telah lulus pada proses seleksi SNMPTN, kamu pasti punya pertanyaan “Berapa biaya Kuliah di PTN dengan jurusan pilihan?”

Pertanyaan biaya kuliah jalur SNMPTN adalah hal lumrah bagi mahasiswa baru. Begitu lulus dalam SNMPTN, langsung lakukan pendaftaran ulang, dengan isi data terlebih dahulu, berisi tentang penghasilan orang tua.

Dari data tersebut, tentu akan mempengaruhi berapa biaya kuliah yang dibebankan. PTN menggunakan sistem UKT (Uang Kuliah Tunggal), pembayaran dilakukan setiap awal semester dengan besaran sama dari awal sampai akhir perkuliahan.

Besar biaya UKT dipengaruhi berapa penghasilan orang tua kamu, serta program jurusan yang kamu pilih. Misalnya, kalau kamu mengambil Fakultas Kedokteran, biaya kuliah tentu lebih mahal dibandingkan teman yang ambil program jurusan Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Biasanya, mahasiswa Fakultas Kedokteran terlahir dari keluarga dengan penghasilan orang tua tinggi. Sehingga, UKT untuk biaya kuliah jalur SNMPTN pasti juga tinggi. Sedangkan mahasiswa FKIP adalah dari kalangan tinggi, sedang, atau rendah sehingga UKT pasti menyesuaikan penghasilan orang tua.

Ketika kamu lulus SNMPTN, biaya UKT biasanya tidak lebih dari Rp 3.000.000 per semester. Kamu dapat mengajukan keberatan supaya pihak kampus bisa menurunkan biaya kuliah, tergantung hasil wawancara berhubungan dengan data orangtua sesuai laporan penghasilan tiap bulannya. UKT memungkinkan untuk mengalami penurunan sesuai hasil wawancara.

UKT juga menguntungkan mahasiswa karena tidak ada uang muka ketika kamu kuliah. Jadi, tidak perlu bayar uang muka dan akan memberikan keringanan.

Kesimpulan

Jika disimpulkan, biaya kuliah jalur SNMPTN tidak mempengaruhi tinggi rendahnya biaya UKT yang wajib kamu bayar. Penentuan UKT tidak sesuai dengan jalur masuk mahasiswa, tapi dari penghasilan masing-masing orangtua dan program jurusan pilihan.

Justru pada beberapa PTN, biaya kuliah jadi berbeda bagi mahasiswa yang masuk dari jalur nasional (SNMPTN atau SBMPTN) dengan mahasiswa jalur mandiri.

Biaya kuliah dari jalur SNMPTN atau SBMPTN jauh lebih murah jika kamu bandingkan dengan biaya kuliah dari jalur mandiri. Agar lebih mudah mengetahui berapa biaya kuliah SNMPTN, baiknya langsung cek UKT di PTN dan jurusan pilihan.

Setelah mengetahui berapa besaran biaya kuliah pada umumnya, kamu bisa mengurus jika memang tidak sesuai atau masih terlalu tinggi. Caranya dengan mengajukan pengurangan UKT yang sudah ditetapkan PTN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *