Health Professions menjadi pilihan tepat calon mahasiswa yang ingin membangun karir di bidang kesehatan. Ada banyak profesi kesehatan dan jurusan perkuliahan yang tersedia. Tidak selalu kedokteran, jurusan lainnya yang tersedia termasuk jurusan allied health. Dalam bahasa Indonesia, jurusan tersebut seperti Kesehatan Spesialis.

Tergantung jurusan yang kamu pilih, kamu bisa mendalami bidang penyakit kaki untuk menjadi seorang Podiatrist. Atau, mempelajari ilmu kesehatan khusus mata untuk menjadi seorang optometrist.

Pengenalan Jurusan Health Professions

Pada jurusan ini, kamu bisa menjadi bagian dari tenaga kesehatan. Mahasiswa yang ingin berkarir pada bidang kesehatan umumnya mengambil jurusan kedokteran atau jurusan farmasi. Padahal, ada banyak jurusan lain yang berhubungan dengan bidang kesehatan.

Jika kamu kuliah di luar negeri, ada banyak universitas yang memberikan pilihan jurusan baru. Sehingga kamu bisa memilih jurusan kesehatan secara spesifik sesuai dengan perkembangan industri di negara tersebut atau secara global sesuai dalam kurikulum universitas yang kamu pilih. Contohnya, kamu bisa mengambil kuliah jurusan teknik farmasi, radiologi, fisioterapi, biomedik, dan lainnya.

Apa Saja yang Dipelajari?

Program pendidikan ini menyediakan berbagai mata kuliah yang harus kamu ikuti sebagaimana berikut:

  • Teknologi
  • Anatomi tubuh manusia
  • Fisiologi
  • Fisika

Bagi mahasiswa yang ingin bekerja sebagai ahli radiografi, optometri, atau terapis, maka harus mengikuti kegiatan kerja praktek. Selain memahami tentang teori jurusan, mereka juga harus mempraktekkan bagaimana menjadi bagian tim medis, bagaimana berempati terhadap pasien dalam berbagai usia dan latar belakang berbeda.

Mengapa Health Professions?

Ada berbagai jurusan kesehatan yang tersedia, sehingga kamu bisa menyesuaikan sesuai karir dan minat yang kamu inginkan. Masing-masing universitas pasti punya kurikulum dan jurusan kesehatan spesifik. Sehingga, kamu bisa mencari informasi seperti apa metode perkuliahan dan materi yang akan kamu pelajari terlebih dahulu.

Terdapat 23 pekerjaan di bidang kesehatan, bahkan lebih. Sehingga, sangat cocok untuk kamu yang ingin mencari jurusan kuliah yang dapat memperbaiki masa depan dalam berkarir.

Perkuliahan

Perkuliahan program studi Health Professions tergantung dari profesi kesehatan yang kamu inginkan. Misalnya, kamu bisa mengambil oftalmologi, Radiologi, atau bidang ilmu kesehatan lainnya yang berhubungan dengan aural-oral. Berbagai jurusan tersebut tersedia untuk membantu mengembangkan kemampuan dan keahlian pada bidang kesehatan secara spesifik.

Untuk kamu yang cenderung mengambil jurusan teknologi kesehatan misalnya, maka kamu akan belajar menggunakan peralatan canggih guna menyelamatkan pasien. Atau, radiologi juga biasanya dipelajari dalam bidang teknologi.

Selama kuliah, kamu juga harus mengikuti kegiatan wajib seperti kerja praktek. Sedangkan mahasiswa yang memilih program jurusan rekayasa biomedis harus sering menghabiskan waktu di kampus. Kamu akan mempelajari anatomi tubuh manusia, fisiologi dengan kombinasi materi teknik mesin serta listrik.

Sedangkan mahasiswa yang mengambil Oftalmologi, akan mempelajari tentang kesehatan mata, penyakit, dan berbagai gangguan mata. Kamu juga akan belajar prinsip optic, optic geometri, anatomi ocular, serta bagaimana lensa okular bisa mengatasi kesalahan bias serta gangguan penglihatan.

Prospek Kerja dan Karir

Berikut adalah berbagai daftar pekerjaan dan karir setelah lulus dalam bidang kesehatan:

  • Audiologis
  • Ahli diet
  • Entomologist
  • Terapis Radiasi
  • Pakar nutrisi
  • Petugas Forensik
  • Dental Hygienist
  • Diagnostic sonographer
  • Medical technologist
  • Athletic trainer
  • Music therapist
  • Respiratory therapist
  • Speech language pathologist

Kesimpulan

Terdapat 87% lulusan Health Professions  memperoleh pekerjaan yang cukup bagus. Sedangkan, sekitar 11% lulusan memilih untuk melanjutkan studi pada jenjang selanjutnya. Bahkan hanya 2% saja mahasiswa yang belum mendapatkan pekerjaan atau au melanjutkan studi mereka.

Selain itu, terapi bicara serta bahasa dan radiologi bisa langsung bekerja setelah lulus. Namun, yang mengambil jurusan oftalmologi diwajibkan mengikuti pelatihan pendaftaran hingga 1 tahun sebelum kemudian mengambil ujian akhir untuk mendaftar pada general optical council.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *