Mengapa kuliah kedokteran mahal tentu menjadi pertanyaan umum bagi setiap calon mahasiswa. Meski biaya kuliah terbilang mahal, namun fakultas kedokteran masih tetap menjadi fakultas favorit dan tidak pernah sepi peminat.

Mahalnya biaya kuliah tentu sebanding dengan ilmu yang akan didapatkan dan prospek kerja menjanjikan. Biasanya seorang mahasiswa lulusan kedokteran pasti bisa cepat mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang tinggi.

Faktor Penyebab Mahalnya Kuliah Kedokteran

Bagi orang awam atau calon mahasiswa yang belum mengetahui, pasti bertanya-tanya alasan mahalnya kuliah kedokteran. Nah, bagi kamu yang penasaran, berikut faktor yang menyebabkan mahalnya kuliah kedokteran.

1. Pembelian Peralatan dan Bahan

Alasan mahalnya kuliah kedokteran disebabkan berbagai faktor, salah satunya untuk biaya praktikum kedokteran, seperti membeli peralatan dan bahan. Agar bisa mendapat brevet seorang dokter, maka mahasiswa harus melalui beberapa tahapan esensial dalam ilmu kedokteran. Perlu diketahui brevet adalah dokumen tanda bukti keahlian seseorang dalam suatu profesi, misalnya dokter spesialis, advokat, dan lain sebagainya.

Tahapan esensial dalam ilmu kedokteran tentu melibatkan laboratorium keterampilan yang menggunakan peralatan dan bahan mahal. Misalnya membeli kadaver atau mayat untuk pelajaran anatomi. Selain itu harus membeli peralatan yang dipakai untuk membedah mayat, peralatan laboratorium biologi dasar, biomedis, biokimia, dan lain sebagainya.

Semua peralatan dan bahan ini tentu tidak lepas dari maintenance setelah barang dibeli. Namun karena banyaknya mahasiswa yang menggunakan, maka bisa menurunkan kualitas alat dan bahan tersebut. Jika alat dan bahan tidak bisa digunakan dengan baik, maka pihak fakultas harus membeli peralatan dan bahan baru lagi.

2. Buku Kedokteran

Selain digunakan untuk membeli alat dan bahan, alasan mengapa kuliah kedokteran mahal disebabkan karena harga buku yang mahal. Buku-buku yang digunakan sebagai referensi kedokteran sangat jarang diterbitkan oleh penerbit di Indonesia. Hal ini tentu membuat pihak fakultas mengimpor buku sebagai referensi bacaan kedokteran. Setiap buku referensi kedokteran dijual dengan harga cukup mahal, bahkan bisa mencapai jutaan rupiah per bukunya.

3. Rumah Sakit

Selain peralatan, yang membuat kuliah kedokteran mahal bisa disebabkan karena tidak semua fakultas kedokteran memiliki Rumah Sakit untuk praktek. Praktek di Rumah Sakit secara langsung bertujuan agar para calon dokter lebih mengenal dan menangani pasien secara langsung.

Agar bisa menuju ke rumah sakit tentu diperlukan uang perjalanan dan kos-kosan di dekat Rumah Sakit. Uang yang digunakan selama perjalanan atau menyewa kos tentu tidak sedikit, sehingga mahasiswa harus mengeluarkan uang lebih.

Selain itu, adanya pengeluaran uang kompensasi untuk pasien tentu juga memerlukan biaya yang cukup lumayan. Faktor ini juga menyebabkan mahalnya biaya kuliah kedokteran.

4. Peralatan Dasar yang Harus Dimiliki Dokter

Alasan mengapa kuliah kedokteran mahal juga disebabkan karena setiap mahasiswa harus memiliki peralatan dasar yang dimiliki dokter. Misalnya seperti stetoskop, tensimeter, penlight, dan lain sebagainya. Hal ini juga menjadi faktor yang menyebabkan mahalnya biaya sekolah kedokteran.

5. Gaji Dosen

Gaji dosen merupakan salah satu faktor yang menyebabkan mahalnya kuliah kedokteran. Agar bisa menjadi dosen berkualitas, tentu diperlukan berbagai syarat, misalnya kualifikasi pendidikan SP1. Banyaknya dosen profesional yang mengajar mahasiswa, tentu membuat pihak universitas juga harus mengeluarkan banyak dana untuk membayar dosen.

Prospek Kerja Lulusan Kedokteran

Setelah mengetahui faktor mengapa kuliah kedokteran mahal, selanjutnya yaitu mengenai prospek kerja lulusan kedokteran. Mahalnya biaya kuliah, tentu sebanding dengan prospek kerja menjanjikan bagi lulusan kedokteran. Ada pun prospek kerja lulusan kedokteran, yaitu sebagai berikut.

Tenaga Paramedis

Tenaga Paramedis merupakan salah satu prospek lulusan kedokteran yang cukup menjanjikan. Tenaga paramedis bertugas menangani pasien yang memerlukan penanganan secara cepat.

Misalnya pasien karena kecelakaan atau pasien yang datang dengan membutuhkan penanganan cepat. Agar menjadi tenaga paramedis, maka diperlukan ketelitian dan cekatan. Hal ini bertujuan agar bisa segera menangani pasien yang memerlukan penanganan cepat.

Manajer Data Klinis

Prospek bagi lulusan kedokteran yaitu menjadi manajer data klinis. Seorang manajer data klinis bertanggung jawab mengembangkan pengelolaan data secara spesifik, menghasilkan data berdasarkan pemeriksaan validasi, dan memproses data klinis.

Pekerjaan ini sangat cocok bagi lulusan kedokteran, karena masih berkaitan dengan dunia kesehatan. Selain itu, seorang manajer data klinis juga mendapatkan gaji lumayan besar setiap bulannya.

Buka Klinik Kesehatan

Prospek kerja lulusan kedokteran yaitu bisa menjadi pengusaha dengan membuka klinik pengobatan sendiri. Bisa membuka klinik sendiri merupakan salah satu keahlian yang bisa menghasilkan pendapatan cukup besar. Selain itu, kamu juga bisa membuka peluang kerja di dunia kesehatan. Hal ini karena saat membuka klinik, tentu kamu memerlukan tenaga bantuan seperti perawat atau seorang ahli farmasi untuk menyiapkan obat.

Meskipun dikenal mahal, namun fakultas kedokteran merupakan salah satu fakultas yang cukup populer, karena memiliki prospek kerja menjanjikan. Terdapat berbagai faktor penyebab mengapa kuliah kedokteran mahal, mulai dari biaya untuk praktikum hingga gaji dosen. Namun mahalnya biaya kuliah yang dikeluarkan, tentu sebanding dengan ilmu yang akan kamu dapatkan selama menempuh pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *