Melanjutkan studi pascasarjana ke ITB sudah menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia mengingat kualitas perguruan tinggi ini. Bahkan pemerintah mendorong masyarakatnya untuk menekuni pendidikan di sini, terlihat dari berbagai beasiswa yang digelontorkan untuk mendanai masyarakat khususnya studi lanjut ke S2. Selain dari pemerintah, beasiswa pascasarjana ITB sebenarnya datang pula dari pihak ITB sendiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah jenis-jenis beasiswa S2 ITB yang bisa menjadi pilihan masyarakat saat melanjutkan studi pascasarjana.

Beasiswa Pascasarjana ITB dengan sponsor dari ITB

Untuk mahasiswa studi pascasarjana, ITB memberikan bantuan pendanaan berupa beasiswa yang disebut dengan nama: Ganesha Talent Assistantship (GTA). Beasiswa GTA merupakan program bantuan yang bersumber dari subsidi  BPP. Persyaratan dalam GTA adalah mahasiswa penerima beasiswa wajib kontribusi secara paruh waktu dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh ITB.

Beasiswa GTA digolongkan menjadi 5 jenis yaitu:

  • Beasiswa GTA – X

Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa S1 yang hendak lanjut studi pascasarjana di ITB dengan persyaratan-persyaratan tertentu dengan berbasiskan BPP program pascasarjana.  Pendanaan akan diberikan kepada penerima beasiswa selama maksimal 4 semester. 

  • Beasiswa GGS (Ganesha Graduate Scholarship)

Merupakan bantuan dana pendidikan yang khusus ditujukan kepada mahasiswa S2 on going dengan durasi maksimal selama 2 semester.

  • Beasiswa G – best talent (Ganesha Best Talent)

Merupakan jenis beasiswa pascasarjana ITB yang ditujukan kepada mahasiswa S1 yang terpilih dengan syarat tertentu untuk bisa langsung studi lanjut ke jenjang pascasarjana. Program ini dinamai juga sebagai program fast track.

  • Beasiswa GNGA (Ganesha New Graduate Assistantship)

Beasiswa ini memberikan bantuan dana pendidikan untuk mahasiswa S2 yang kuliah pada program studi baru seperti program studi multidisiplin.

  • Beasiswa GTA – RG (Ganesha Talent Assistantship – Research Group)

Merupakan beasiswa  bagi mahasiswa studi pascasarjana yang akan lanjut ke program doktor dengan mendapatkan rekomendasi dari KK. Pendanaan yang diterima adalah bantuan BPP selama 3 tahun sebesar 100%.

Beasiswa Pascasarjana ITB dengan sponsor dari Instansi

Beasiswa pascasarjana ITB juga banyak berasal dari instansi-instansi yang bermitra dengan ITB.

  • BUDI DN (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri)

Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara Ditjen sumber Daya IPTEK Dikti dengan LPDP. Khusus diberikan kepada dosen tetap di Perguruan Tinggi untuk melanjutkan studi ke S2 dan S3.

Persyaratan: dosen tetap Perguruan Tinggi lingkup Kemenristekdikti yang sudah mempunya Nomor Induk Dosen Nasional.

Pembiayaan: Dana Pendidikan dan Dana Pendukung.

  • LPDP

Merupakan beasiswa S2 dan S3 yang terbuka untuk umum.  Kepada masyarakat yanghendak melanjutkan studi S2 di ITB bisa mendaftar beasiswa ini.

Pembiayaan: Dana Pendidikan, Dana Pendukung, dan Dana Tambahan (khusus pendidikan dokter spesialis).

  • BPPDN

Kemdikbud menyelenggarakan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri untuk para dosen tetap di Perguruan Tinggi di bawah pembinaan kemenristekdikti. ITB termasuk mitra dalam program beasiswa ini sehingga BPPDN menjadi salah satu beasiswa pascasarjana ITB yang layak didaftar.

Persyaratan: sudah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).

Pembiayaan: biaya pendidikan, biaya hidup, biaya penelitian per semester, biaya buku, dan biaya perjalanan.

  • PMDSU

Sejak tahun 2012 DIKTI telah memberikan beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul. Beasiswa ini termasuk salah satu beasiswa prestisius yang menawarkan pembebasan biaya pendidikan dan biaya penelitian yang mencapai 60 juta setahun. Bagusnya lagi, beasiswa PMDSU bisa membiayai studi S2 hingga S3 bagi pelamar beasiswa.

  • PASTI

Selain BPPDN, Kemdikbud juga memberikan beasiswa Pascasarjana Tenaga Kependidikan Berprestasi yang khusus untuk tenaga pendidik dalam lingkup kemenristekdikti yang mau melanjutkan studi ke jenjang studi magister.

Persyaratan: sudah lulus S1/D4 dengan maksimal usia 42 tahun.

Pembiayaan: biaya hidup per semester, biaya pendidikan, biaya buku dan biaya perjalanan.

ITB menjadi salah satu Perguruan Tinggi penyelenggara beasiswa PASTI di samping Perguruan Tinggi beken lainnya seperti UGM, IPB dan UI.

Studi lanjut ke program pascasarjana di ITB akan sangat terjangkau bila menggunakan salah satu jalur beasiswa yang tersedia di atas. Pada tahun 2021, beberapa program beasiswa pascasarjana ITB sudah mulai dibuka dan sebagian lagi akan dibuka dalam beberapa bulanke depan. Segala informasi penting terkait beasiswa di atas terdapat pada laman resmi sponsor beasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *