Masuk ke perguruan tinggi dapat melalui berbagai jalur, seperti SNMPTN, SBMPTN, atau jalur mandiri. Lalu, apa itu SNMPTN? Kalau kamu belum familiar dengan istilah ini, kali ini kamu bisa cari informasi lengkap tentang SNMPTN pada postingan berikut.

SNMPTN merupakan seleksi nasional ketika kamu ingin masuk ke perguruan tinggi negeri. Sebagai jalur undangan, maka kamu tidak perlu ikut ujian masuk ke perguruan tinggi negeri yang kamu inginkan.

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) adalah jalur nasional pertama, tersedia agar kamu dapat masuk ke PTN. Setelah itu, ada jalur lain yang tersedia, yaitu SMBPTN atau jalur mandiri.

Tentu saja, masing-masing jalur masuk ke perguruan tinggi nasional memiliki kuota penerimaan berbeda. SNMPTN memiliki kuota terbanyak, yaitu 40$, sedangkan SMBTPN hanya 30%, sama seperti jalur mandiri.

Indeks Penilaian SNMPTN

Mengenai SNMPTN juga dapat kamu pelajari dari indeks penilaiannya. Salah satunya yaitu prestasi akademik melalui nilai rapor, khususnya bagi pelajar SMA atau MA dengan masa studi 3 tahun.

Biasanya, nilai rapor dilihat dari 5 semester, yaitu semester 1 saat kelas X hingga semester 1 saat kelas XII. Sementara itu, pelajar SMK dengan waktu belajar hingga 4 tahun, maka indeks penilaian SNMPTN pada rapor yaitu dilihat hingga 7 semester.

Mengapa SNMPTN merupakan jalur undangan?

Hal ini karena tidak semua siswa berhak memperoleh SNMPTN. Jadi, kalau kamu memperoleh undangan SNMPTN, pasti bisa masuk ke perguruan tinggi negeri tanpa harus ikut tes masuk lagi.

Setelah nilai rapor terpenuhi, maka kamu juga harus memenuhi kriteria penilaian lain, yaitu indeks sekolah asal.

Nah, kalau nilai rapor sudah ada, kriteria penilaian berikutnya adalah indeks sekolah kamu. SNMPTN memang sebuah proses seleksi, sesuai nilai rapor, tapi faktor lain yang mempengaruhi yaitu indeks sekolah. Masing-masing  sekolah pasti punya persentasi berbeda pada tiap PTN. Misalnya seperti ini:

  • 50 pelajar dari 100 pendaftar, memenuhi kualifikasi PTN A
  • 30 pelajar dari 100 pendaftar memenuhi kualifikasi PTN B
  • 20 pelajar dari 100 pendaftar, memenuhi kualifikasi PTN C

Berapa persentase masing-masing sekolah pada tiap PTN?

Persentase PTN A adalah 50%, sedangkan PTN B yaitu 30%, dan PTN C hanya 20%.

Kriteria Indeks Sekolah

Ada beberapa kriteria untuk indeks sekolah, sebagaimana berikut:

1. Akreditasi – Akreditasi dari BAN-SM (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah) mempengaruhi indeks sekolah. Selain itu, akreditasi ada empat macam, yaitu A, B, C, sampai Tanpa Akreditasi. Jika sekolah asal memiliki akreditasi A, maka indeks sekolah pasti tinggi.

2. Jenis Kelas – Ada kelas regular, RSBI, dan kelas akselerasi. Semua itu masuk dalam kriteria indeks sekolah.

3. Jumlah alumni sekolah diterima di PTN yang kamu inginkan.

4. IPK dan prestasi alumni sekolah pada PTN yang kamu inginkan. – Jika kamu ingin masuk ke PTN A, PTN ini akan melihat seperti apa para alumni yang telah masuk ke PTN A, sekaligus bagaimana prestasi para alumni tersebut. Jika mereka memiliki prestasi sangat baik, pasti indeks sekolah kamu pada PTN A akan meningkat. Namun sebaliknya, indeks bisa turun, atau blacklist.

5. Prestasi Sekolah – Jika sekolah kamu punya prestasi pendidikan, sering ikut berbagai perlombaan pada berbagai tingkat, maka indeks sekolah pasti akan tinggi.

6. Indeks Kewilayahan – Selain memahami apa itu SNMPTN, anda juga harus tahu bahwa pada jalur undangan ini, anda diperbolehkan pilih sampai 2 PTN. Salah satu dari pilihan PTN tersebut harus dalam wilayah provinsi sekolah asal kamu. Dengan begitu, bisa menggunakan acuan wilayah. Hal tersebut tidak sama dengan SMBTPN, karena acuan PTN sesuai tempat dimana tes berlangsung. Jika hanya pilih satu, PTN yang kamu pilih boleh pada wilayah provinsi manapun.

Sekarang, kamu sudah tahu banyak tentang apa itu SNMPTN, jalur undangan hanya untuk siswa terpilih. Pemberian undangan SNMPTN sesuai nilai rapor selama sekolah, indeks sekolah, dan indeks kewilayahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *