Setelah terpisah dari Korea Utara pada tahun 1948 dan menjadi negara independen, Korea Selatan telah berkembang menjadi salah satu negara yang telah diakui secara internasional dan unggul di Asia dalam bidang teknologi, pendidikan, dan pariwisata.
Dengan menawarkan paduan kehidupan tradisional dan modern, Korea Selatan menawarkan banyak hal yang dapat dirasakan oleh mahasiswa internasional. Bahkan Seoul sudah termasuk dalam salah satu top 10 besar negara terbaik di dunia untuk para pelajar.
Investasi di bidang pendidikan dan riset telah menjadi bagian dari perkembangan Korea Selatan. Sehingga, mempengaruhi negara tersebut dan menjadikannya sebagai negara nomor 11 untuk ekonomi terbesar di dunia dan nomor 4 untuk ekonomi terbesar di Asia.
Terdapat lebih dari 123.000 mahasiswa internasional memilih studi di Korea Selatan pada tahun 2017 yang menjadikannya setengah lebih banyak daripada kemampuan China dalam memperoleh mahasiswa internasional. Pada tahun 2023, pemerintah Korea Selatan menargetkan adanya 200.000 mahasiswa internasional.
Karena fokus pemerintah adalah internasionalisasi di bidang pendidikan, terdapat sejumlah universitas di Korea Selatan, termasuk Yonsei University yang kini sudah membuka kampus-kampus baru bertaraf internasional untuk memenuhi target tersebut, sementara empat kampusnya telah membuka kampus cabang di Incheon Global Campus, disingkat IGC, termsauk State University of New York, disingkat SUNY.
Biaya Akomodasi dan Biaya Hidup
Biaya hidup kuliah di Korea Selatan tidak lepas dari kebutuhan mahasiswa yang harus tinggal di asrama sebagai pilihan paling murah untuk akomodasi. Biaya akomodasi ditawarkan mulai dari US$280 sampai US$1,300 tiap semesternya, biaya bervariasi bergantung pada jumlah mahasiswa yang berbagi kamar, dan apakah sudah termasuk biaya makan di asrama atau tidak.
Akomodasi swasta bisa bervariasi biayanya, mulai dari US$280 sampai US$700 per bulan. Umumnya, universitas menawarkan kebutuhan makan yang murah di kampus, dan jika kamu mengambil tawaran tersebut, maka kamu hanya perlu mengeluarkan sekitar US$260 untuk biaya makan dalam satu bulan. Di Seoul, kota paling mahal di Korea Selatan, terdapat tiket transportasi publik dengan sistem one-way, menawarkan biaya sekitar US$1 atau jika pilih bulanan, maka harus mengeluarkan US$50.
Kamu bisa menggunakan pekerjaan paruh waktu untuk membantu meningkatkan jumlah penghasilan dan membantu membayar biaya hidup kuliah di Korea Selatan. Pemerintah memberikan izin bekerja selama 20 jam dalam seminggu saat waktu perkuliahan, dan bekerja full-time selama libur semester. Untuk dapat bekerja, kamu harus menggunakan visa pelajar dan surat rekomendasi dari universitas kamu saat ini.
Biaya Hidup Lainnya
Selain biaya hidup kuliah, kamu juga harus mengurus biaya kebutuhan lainnya. Dalam satu bulan, kamu harus mengeluarkan biaya khusus untuk membayar tagihan telepon, penggunaan internet, penggunaan air, tagihan gas, biaya perbaikan, dan lainnya.
Salah satu kebutuhan biaya yang bisa jadi sangat mahal selama tinggal di Korea Selatan adalah makanan. Apalagi jika kamu terbiasa membeli makanan di supermarket, membeli makanan di restoran, atau membeli tiket nonton di bioskop.
Biaya hidup kuliah di Korea Selatan dapat terselesaikan dengan mendaftar beasiswa full di Korea. Salah satunya adalah tawaran Korean Government Scholarship yang dapat menutup seluruh kebutuhan biaya akademik seperti biaya kuliah, biaya akomodasi, biaya tiket pesawat, dan biaya asuransi kesehatan.