Konsep ilmu ekonomi pada umumnya diperoleh melalui pendidikan formal, namun sesungguhnya juga bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja check out berbagai barang di marketplace, menikmati segelas es kopi susu di coffee shop terdekat atau sesederhana membeli seikat bayam dari tukang sayur yang keliling di kompleks rumah. Hal-hal yang sederhana. bukan?
Nah, untuk itu simak terus artikel ini, ya! Kamu tidak perlu khawatir dahimu akan berkerut, karena tulisan ini berisi pemahaman dasar dalam ilmu ekonomi. Bacalah hingga tuntas agar wawasanmu semakin luas!
Definisi Ilmu Ekonomi
Pada hakikatnya, ilmu ekonomi adalah sebuah studi yang memelajari perilaku atau aktivitas ekonomi dalam kehidupan manusia, sebuah proses yang mempertemukan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply) dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
Definisi tersebut kemudian semakin berkembang seiring dengan perkembangan teori ekonomi. Di masa kini, ilmu ekonomi juga mencakup optimalisasi segala sumber daya yang dimiliki demi pemenuhan kebutuhan. Dengan demikian, ilmu ekonomi tidak hanya sebatas transaksi jual-beli saja, namun juga memelajari mulai dari manusia sebagai pelaku ekonomi hingga sistem dan berbagai variabel pendukungnya.
Tujuan Ilmu Ekonomi
Mengapa ada ilmu ekonomi di dunia ini? Mengapa manusia perlu memelajari konsep ilmu ekonomi? Berikut ini adalah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut :
- Membantu manusia untuk membentuk sistem yang menunjang segala aktivitas ekonomi.
- Memandu manusia dalam memertimbangkan dan menentukan pilihan sebelum melakukan aktivitas ekonomi.
- Memberi pemahaman kepada manusia terkait setiap aspek yang terlibat dalam aktivitas ekonomi.
Prinsip Ilmu Ekonomi
Produksi, konsumsi dan distribusi adalah 3 hal yang tentunya sudah akrab di telingamu dan tidak pernah absen dalam pembahasan mengenai konsep ilmu ekonomi. Proses produksi menghasilkan barang / jasa yang disebarkan melalui proses distribusi untuk memenuhi tingkat konsumsi. Dengan demikian, ketiga hal tersebut saling terkait dan tidak akan bisa dipisahkan dari ilmu ekonomi.
1. Contoh produksi dan distribusi barang :
- Kafe X membuat makanan serta minuman dan dijual langsung kepada konsumen (distribusi langsung).
- Perusahaan Y membuat berbagai jenis produk dan disalurkan melalui grosir / retail (distribusi tidak langsung).
- Jenama Z memproduksi barang yang hanya disalurkan melalui distributor resmi, tidak melalui grosir / retail (distribusi semi langsung).
2. Contoh produksi dan distribusi jasa :
- Lembaga bimbingan belajar menyediakan jasa pengajaran berbagai mata pelajaran / kuliah.
- Bengkel otomotif menyediakan jasa perawatan atau perbaikan kendaraan.
- Agen tour and travel menyediakan berbagai paket wisata baik di dalam maupun luar negeri.
Untuk produk jasa, saluran yang berlaku secara umum adalah distribusi langsung, yakni konsumen memenuhi kebutuhan secara langsung tanpa melalui perantara.
Aspek Dasar Ilmu Ekonomi
Selain prinsip, terdapat pula aspek-aspek dasar yang melekat dalam ilmu ekonomi. Sifatnya pun saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Adapun aspek dasar dalam konsep ilmu ekonomi terdiri dari :
1. Kelangkaan (Scarcity)
Dunia ini tercipta dengan segala keterbatasan yang ada, mulai dari pendapatan hingga sumber daya yang terbatas. Dengan segala keterbatasan tersebut, maka tingkat konsumsi dan produksi juga ikut terbatasi. Oleh karena itu, ilmu ekonomi membantu manusia untuk mengoptimalkan produksi / konsumsi dengan segala keterbatasan yang ada.
2. Pilihan-pilihan (Choices)
Manusia hidup dengan menjalani berbagai pilihan yang ada, entah itu dalam lingkup pribadi atau profesional. Setiap pilihan yang dijalani tentunya berujung pada keputusan ekonomi yang dibuat. Dengan demikian, ilmu ekonomi membantu manusia untuk menentukan pilihan yang tepat dengan memertimbangkan keterbatasan yang ada, baik dari segi biaya maupun sumber daya.
3. Biaya kesempatan (Opportunity Cost)
Ketika manusia sudah menjatuhkan pilihan, tentunya ada kesempatan lain yang terlewatkan. Contohnya yakni jika sebuah perusahaan tidak jeli dalam melihat situasi, maka akan kehilangan kesempatan untuk merebut pasar. Kesempatan yang hilang itulah yang disebut sebagai opportunity cost.
4. Alokasi (Allocation)
Pada hakikatnya, alokasi adalah membagi suatu hal sesuai porsi. Entah itu biaya, waktu atau tenaga. Ilmu ekonomi tidak akan bisa diimplementasikan jika mengabaikan aspek alokasi. Mengapa demikian? Karena kesinambungan hanya akan dapat terjaga jika manusia cermat dan tepat dalam menentukan alokasi bagi setiap aktivitas ekonomi yang dilakukan.
5. Ekonomi makro dan mikro
Selain keempat hal di atas, ekonomi makro dan mikro juga tidak bisa dilewatkan begitu saja. Ekonomi makro memiliki cakupan yang lebih luas, yakni di tingkat pemerintahan atau negara dengan sistem yang menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Contohnya yakni kebijakan moneter, regulasi perbankan, penentuan upah minimum hingga stabilitas harga pokok bahan baku. Sedangkan ekonomi mikro lebih mengacu pada individu atau perusahaan yang melibatkan prinsip serta aspek-aspek dasar ilmu ekonomi.
Ekonomi makro dan mikro juga tidak dapat dipisahkan dan saling bersinggungan. Baik perusahaan besar maupun pelaku usaha berskala kecil tentu memertimbangkan kebijakan atau regulasi pemerintah sebelum membuat keputusan bisnis. Sedangkan di sisi lain, negara juga harus memertimbangkan berbagai kondisi di lapangan, baik dari sisi produsen, konsumen maupun aspek-aspek lainnya. Hal tersebut perlu dilakukan agar situasi ekonomi tetap kondusif dan menghindarkan negara dari krisis.
Dasar-dasar konsep ilmu ekonomi memang tampaknya berat, namun percayalah bahwa tidak ada salahnya bagimu untuk memahami kelima hal di atas.
Walaupun tulisan ini sudah berakhir, kamu jangan beranjak dulu, ya! Masih ada informasi menarik lainnya di laman ini. Pantau selalu website Universitas123.com agar kamu selalu update dengan informasi terkini, khususnya seputar dunia mahasiswa dan kampus.